GEDSI adalah singkatan dari gender equality, disability and social inclusion atau kesetaraan gender, inklusi disabilitas dan inklusi sosial. GEDSI bertujuan memastikan semua orang/kelompok memiliki hak, kesempatan dan penghargaan yang sama untuk berpartisipasi secara bermakna dalam pengambilan keputusan, memperoleh akses dan kontrol terhadap sumberdaya dan layanan publik serta manfaat dari pembangunan secara adil, setara, inklusif dan berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan, tujuan GEDSI adalah tak seorangpun tertinggal (no one left behind), yang merupakan prinsip dari tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals).
Konsep ini didorong untuk memastikan kesetaraan gender, inklusi bagi penyandang disabilitas, serta inklusi sosial dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembangunan, kebijakan, dan program-program yang ada di masyarakat.
Isu gender dan disabilitas mendapat prioritas dalam GEDSI karena beberapa alasan. Pertama, ketidaksetaraan gender berdampak luas dalam seluruh aspek kehidupan bagi setengah penduduk dunia yakni perempuan. Sedangkan disabilitas mengalami hambatan yang berlapis-lapis dalam berpartisipasi, beraktivitas dan mengakses hak-haknya.
Kedua, perempuan dan difabel mengalami berbagai ketidakadilan dan diskriminasi dalam masyarakat, pembangunan dan kebijakan yang kompleks. Ketiga, memberdayakan perempuan dan difabel akan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar. Dan keempat, kesetaraan gender dan inklusi disabilitas telah menjadi agenda global dalam SDGs.